PENGANTAR FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA
“ LOGIKA BAHASA “
logo
OLEH :
ADIN
ANDRIAWAN
C1A115004
KELAS A
JURUSAN
ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah
SWT, yang atas rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah
yang membahas tentang“ LOGIKA BAHASA “.Penulisan
makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Pengantar
Fisafat Ilmu dan Logika di Universitas Halu Oleo.
Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih
banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat
kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini kami menyampaikan
ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu
dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen Pengantar Filsafat Ilmu
dan Logika yang telah memberikan tugas dan pengarahan kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya.
Kendari, 09 Mei 2016
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Seiring dalam perkembangan zaman, manusia sering
mengabaikan logika dalam berfikir dan membuat aturan. Kebanyakan orang-orang
tersebut menganggap remeh tentang logika dan berfikir seenaknya saja, mereka
menginginkan hal yang mudah dan praktis. Sehingga yang terjadi adalah
kejanggalan-kejanggalan dalam komunitas masyarakat banyak.
Dibalik itu semua, diantara hubungan logika dengan
ilmu-ilmu lain, terutama hubungan logika dengan bahasa sangat berpengaruh dalam
kehidupan. Sekaligus untuk eksistensi masa depan yang lebih terpapar dan
terencana. Yang prosesnya memang tidak mudah sebagaimana keinginan masyarakat
saat ini yang berbeda jauh. Logika dan bahasa adalah dua kesatuan yang saling
berhubungan erat.
Berikut akan kami paparkan pengertian dari
masing-masing poin dan hubungan antara keduanya.
B.
RUMUSAN MASALAH
a. Apa yang Dimaksud dengan Logika?
b. Apa yang Dimaksud dengan Bahasa?
c. Bagaimana Hubungan antara Logika dan
Bahasa?
C.
TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
a. Mengetahui Pengertian Logika.
b. Mengetahui Pengertian Bahasa.
c. Mengetahui Hubungan antara Logika
dan Bahasa.
d. Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Logika/Ilmu Mantiq.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN LOGIKA
Logika adalah Ilmu tentang berfikir secara rasional
untuk mencari kebenaran. Bagian dari filsafat yang objek penyelidikannya adalah
budi atau akal.
Budi adalah salah satu sifat yang diberikan Tuhan Yang
Maha Esa kepada manusia yang juga disebut sebagai hati nurani atau budi nurani.
Budi nurani adalah pencerminan terbatas dari Tuhan Yang Maha Esa , maka dalam
logika yang namanya Budi itu tidak hanya diselidiki tetapi juga sebagai alat.
Pengertian Logika Menurut Para Pakar:
Drs. Hasbullah. Bakry
- Menyatakan
di dalam bukunya “Sistematika Filsafat” Logika adalah ilmu yang mengatur
penelitian hukum-hukum akal manusia sehingga menyebabkan pikiran dapat
mencapai kebenaran.
- Logika
ilmu yang mempelajari pekerjaan akal yang dipandang dari jurusan benar dan
salah.
- Logika
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari aturan-aturan dan cara berfikir
yang dapat menyampaikan manusia kepada kebenaran
- Predjowiyatna
Yang dimaksud logika adalah Filsafat
Budi yang mempelajari teknik berfikir untuk mengetahui bagaimana manusia
berfikir dengan semestinya atau dengan seharusnya.
Fungsi budi disini salah satu sifat
yang diberika Tuhan YME untuk mencari kebenaran, Budi teknik berfikir, hati
kecil.
2. Drs. Soemardi Soeryabrata
Logika adalah salah satu cabang
filsafat, kata logika menunjukkan berbagai arti dalam filsafat dapat dibagi
menjadi 6 arti pokok :
- Logika
sebagai ajaran berfikir;
- Logika
sebagai ajaran tentang pernyataan yang tertib dan jelas;
- Logika
sebagai ajaran ilmu pengetahuan;
- Logika
sebagai teknik ilmu pengetahuan;
- Logika
sebagai teori pengetahuan;
- Logika
sebagai metafisika akal;
Logika merupakan cabang filsafat dan juaga sebagai
cabang ilmu pengetahuan ,logika adalah istilah yang yang dibentuk dari kata logikos, yang
berasal dari kata benda logos. Kata logos berarti suatu yang di utamakan,
suatu pertimbangan akal (pikran), kata, percakapan, atau ungkapan lewat bahasa.
Logos berarti yang bersifat praktis berpangkal pada
penalaran, dan sekaligus juga sebagai dasar filsafat dan sebagai sarana ilmu.
Dengan fungsi sebagai dasar filsafat dan sarana ilmu karena logika merupakan
“jembatan penghubung” antara filsafat dan ilmu, yang secara terminologis logika
didefinisikan: Teori tentang penyimpulan yang sah. Penyimpulan pada dasarnya
bertitik tolak dari suatu pangkal-pikir tertentu, yang kemudian ditarik suatu
kesimpulan. Penyimpulan yang sah, artinya sesuai dengan pertimbangan akal dan
runtut sehingga dapat dilacak kembali yang sekaligus juga benar, yang berarti
dituntut kebenaran bentuk sesuai dengan isi.
Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan
hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya.
Contoh argumen deduktif:
1. Setiap
mamalia punya sebuah jantung
2. Semua kuda
adalah mamalia
3. Setiap kuda
punya sebuah jantung
Penalaran induktif kadang
disebut logika induktif adalah penalaran yang berangkat dari serangkaian
fakta-fakta khusus untuk mencapai kesimpulan umum.
Contoh argumen induktif:
1. Kuda Sumba
punya sebuah jantung
2. Kuda
Australia punya sebuah jantung
3. Kuda Amerika
punya sebuah jantung
4. Kuda Inggris
punya sebuah jantung
5. Setiap kuda
punya sebuah jantung
Tabel di bawah ini menunjukkan beberapa ciri utama
yang membedakan penalaran induktif dan deduktif dalam logika
|
Deduktif
|
Induktif
|
|
Jika semua premis benar maka kesimpulan pasti benar
|
Jika premis benar, kesimpulan mungkin benar, tapi tak
pasti benar.
|
|
Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah
ada, sekurangnya secara implisit, dalam premis.
|
Kesimpulan memuat informasi yang tak ada, bahkan
secara implisit, dalam premis.
|
·
. Bahasa Logika
Bahasa merupakan pernyataan pikiran atau perasaan
sebagai alat komunikasi manusia. Dan khusus alat komunikasi ilmiah disebut
dengan bahasa ilmiah, yaitu kalimat berita yang merupakan suatu
pernyataan-pernyataan atau pendapat-pendapat. Bahasa sangat penting juga dalam
pembentukan penalaran ilmiah karena penalaran ilmiah mempelajari bagaimana
caranya mengadakan uraian yang tepat dan sesuai dengan pembuktian-pembuktian
secara benar dan jelas. Bahasa secara umum dibedakan antara bahasa alami dan
bahasa buatan. Bahasa alami ialah bahasa sehari-hari yang biasa digunakan untuk
menyatakan sesuatu, yang tumbuh atas dasar pengaruh alam sekelilingnya,
dibedakan antara bahasa isyarat dan bahasa biasa. Bahasa buatan ialah bahasa
yang disusun sedemikian rupa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan akal pikiran
untuk maksud tertentu, yang dibedakan antara bahasa istilahi dan bahasa
artifisial. Bahasa buatan inilah yang
dimaksudkan bahasa ilmiah, dirumuskan bahasa buatan yang diciptakan oleh para
ahli dalam bidangnya dengan menggunakan istilah-istilah atau lambang-lambang
untuk mewakili pengertian-pengertian tertentu.
Sebagai pernyataan pikiran atau perasaan dan juga
sebagai alat komunikasi manusia karena bahasa mempunyai 3 fungsi pokok, yakni
fungsi ekspresif atau emotif, fungsi afektif atau praktis, dan fungsi simbolik
dan logik. Khusus untuk logika dan juga untuk bahasa ilmiah yang harus
diperhatikan adalah fungsi simbolik karena komunikasi ilmiah bertujuan untuk
menyampaikan informasi yang berupa pengetahuan. Agar komunikasi ilmiah ini
berjalan dengan baik maka bahasa yang dipergunakan harus logik terbebas dari
unsur-unsur emotif.
Bahasa yang diungkapkan dalam bentuk pernyataan atau
kalimat deklaratif jika ditinjau berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu pernyataan analitik dan pernyataan sintetik.
Pernyataan (statement) dalam logika ditinjau dari segi
bentuk hubungan makna yang dikandungnya, pernyataan itu disamakan juga dengan
proposisi. Proposisi atau pernyataan berdasarkan bentuk isinya dibedakan antara
3 macam, yakni proposisi tunggal, proposisi kategorik, dan proposisi majemuk.
Tiga macam proposisi atau pernyataan di atas yang
sebagai dasar penalaran adalah proposisi kategorik untuk penalaran kategorik,
dan proposisi majemuk untuk penalaran majemuk. Adapun proposisi tunggal atau proposisi
simpel pengolahannya dapat masuk dalam penalaran kategorik dan dapat juga masuk
dalam penalaran majemuk.
B.
PENGERTIAN BAHASA
Adalah sebagai alat komunikasi untuk
kita mengungkapkan pikiran kita guna memperoleh pengetahuan yang benar.
- Bahasa
yang baik dan benar dalam praktik kehidupan sehari-hari hanya dapat
tercipta apabila ada kebiasaan atau kemampuan dasar dari setiap orang
untuk berpikir logis.
- Sebaliknya,
suatu kemampuan berpikir logis tanpa kemampuan bahasa yang baik, maka ia
tidak akan dapat menyampaikan isi pikiran kepada orang lain.
C.
HUBUNGAN LOGIKA DENGAN BAHASA
- Bahasa
merupakan alat berpikir yang apabila dikuasai dan digunakan dengan tepat,
maka akan dapat membantu kita memperoleh kecakapan berpikir, berlogika
dengan tepat.
- Fungsi
bahasa:
- Fungsi
ekspresif.
- Fungsi
direktif.
- Fungsi
informatif.
- Contoh
history: Sultan Mehmed II memarintahkan prajuritnya utk menguasai bahasa
romawi dalam upaya menaklukan kota KonstantinopelTugas dan Objek Logika
- Tugas
dan Objek Logika
Tugas logika juga memberikan
penerangan bagaimana seharusnya orang berpikir (Poedjawiyatna, 1978:2). Sedang
objek penyelidikan logika adalah manusia itu sendiri.
Tujuan mempelajari logika adalah
memecahkan masalah atau mencari jawab permasalahannya yang dapat dirumuskan:
bagaimana seharusnya manusia dapat berpikir dengan baik dan benar.
- Logika
dan Bahasa
Pengetahuan sebagai hasil proses
tahu manusia baru tampak nyata apabila dikatakan. Artinya diungkapkan dalam
bentuk kata atau bahasa. Dalam ilmu pengetahuan, bahasa harus mampu
mengungkapkan maksud si penutur dengan setepat-tepatnya. Bahasa ilmu
pengetahuan harus logis. Ilmu berarti pengetahuan-tahu, sebagai hasil proses
berpikir harus mengikuti aturan-aturan, yaitu logika.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dapat dijelaskan bahwa hasil yang
diperoleh dari mempergunakan suatu teknik (logika), akan tergantung dari
baik-buruknya alat bahasa yang digunakan.
Penggunaan bahasa sebagai alat
logika harus memperhatikan perbedaan antara bahasa sebagai alat logika dan
bahasa sebagai alat kesusasteraan. Kita ambil contoh dari pernyataan “Lukisan
itu tidak jelek”, maka yang saya maksud lukisan itu belum dapat dikatakan
indah, atau saya bermaksud lukisan itu belum dapat dikatakan indah, namun saya
tidak berani untuk mengatakan bahwa lukisan itu jelek. Logika hanya dapat
memperhitungkan penilaian-penilaian yang isinya dirumuskan secara seksama,
tanpa suatu nilai perasaan.
Penggunaan bahasa sebagai alat dari
logika masih memiliki kekurangan. Contohnya puisi yang diubah ke dalam bentuk
prosa. Puisi tadi akan kehilangan nilai puisi-nya, pikiran yang tadi muncul
didalam puisi dengan indahnya tidak lagi menghantarkan maknanya kepada si
pembaca. Hakekat kesusastraan berada di atas hubungan dan batas-batas logika,
bahkan keindahana dalam puisi bertentangan syarat-syarat logika.
Begitu pula terjadi didalam
peribahasa, perumpamaan-perumpamaan yang timbul dalam kehidupan sehari-hari
mungkin dapat dimengerti seperti “bintang lapangan”, “kupu-kupu malam”.
Syarat-syarat logika dalam pembentukan peribahasa diabaikan didalam susunan
kata –katanya dan isinya.
Bahasa sebagai alat logika memiliki
kekurangan–kekurangan, karena sebagaian besar bahasa berkembang dan dipengaruhi
oleh proses berpikir secara pre-logis (tidak logis) seperti simbolisme didalam
mitologi.
Jadi,bahasa memiliki dua fungsi yang
dilihat dari segi perkembangannya. Bahasa lebih mudah digunakan pada
kesusastraan daripada sebagai alat pemikiran ilmiah umumnya khususnya pada
logika.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar